Friday, January 16, 2026

Memoar Risan

 " ilalang"


Risan kecil lahir di keluarga yg sederhana. Dia lahir di sebuah pelosok desa, di kaki gunung lawu. Ibunya guru, ayahnya seolah aparat keamanan. 

Pada masa itu gaji PNS sangat minim. Tapi peninggalan buyutnya yg berupa kebun dan sawah, sangatlah membantu kehidupan keluarganya. Buah2 an yg sangat beragam, sawah yg panenanya melimpah ruah, adalah berkah tersendiri utk keluarga risan.

Meski keluarga risan tergolong cukup secara perekonomian, tapi... risan selalu hidup dalam keterbatasan. Ibu risan selalu bilang " besok hidupmu belum tentu enak " alih2 memberikan segala macam kebutuhan risan. Ya, kata2 itu adalah mantra setiap kali risan d minta utk mengerjakan pekerjaan2 rumah, dan juga selalu d selipkan dalam kemarahan ketika risan meminta sesuatu kepada ibunya.  

Dulu sewaktu kecil, mungkin sebelum SD, risan selalu mendapat cubitan, kadang di tangan, kadang di paha, setiap kali risan meminta sesuatu kepada ibu nya. Meski begitu, setiap kali dia melihat sesuatu yg lucu, dia akan tetap meminta kepada ibu nya. Meski sebagian bahkan hampir semua yg dia minta tidak pernah di turuti, dan bahkan cubitan kecil yg justru mendarat di badannya. 

Perlahan, risan menyadari, apa yg dia inginkan tidak akan pernah diberikan oleh orang tuanya, meskipun dia menangis sejadi jadinya. Justru akan semakin banyak omelan, makian dan cubitan yg akan dia terima. Menyadari hal ini, risan mylai berfikir, dia harus berusaha utk mendapatkan uang kalau mau membeli sesuatu yg dia inginkan. 

Dan benar saja, bibi risan, yg rumahnya bersebelahan dengan risan, mempunyai usaha jualan es kuncir. Awal mulanya risan ragu, tapi akhirnya risan berani, utk menerima pekerjaan menjadi tukang loper es. Tugasnya simple, dia hanya mengantarkan termos yg berisi es kuncir ke warung2 yg berlangganan es kuncir. Tapi karna risan masi kecil, dia hanya berani mengantarkan ke 2 warung yg lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Kira2 jarak warung itu sekitar 500 meter dan 800 meter. Sekali mengantarkan risan mendapat upah 100 rupiah. 

Risan sangat senang setiap kali mendapat upah. Sehari biasanay dia mengantarkan sekali ke 2 warung tersebut. Berarti dia mendapat 200 rupiah. Wajahnya sangat berseri setiap kali menerima 2 keping uang logam 100 an rupiah. Dalam benaknya dia selalu membayangkan akan dipakai utk membeli apa uang ini.. kadang dia belikan penghapus, kadang bolpoin, buku, penggaris, atau sekedar utk membeli nasi di sekolah. 

Badan risan sangat kecil, tapi semangatnya sangat besar. Karna dia sadar, utk mendapatkan apa yg dia inginkan ataupun dia butuhkan, dia harus mengupayakan sendiri. 


~ to be continue~

By Risan

Tuesday, December 13, 2016

Balanced your world



Terlahir sebagai manusia yg terhubung dengan dunia ghaib tdk lah mudah. Sebagai manusia biasa kita hidup layaknya manusia biasa. Harus makan, belajar, bekerja utk mencukupi kebutuhan, bersosialisasi dengan manusia lain dsb. Tapi kita juga terhubung dengan hal2 ghaib, yg tdk semua manusia mempercayai hal itu. Yg mana hal2 ghaib itu sulit utk dibuktikan. Tapi jelas dan nyata kita mengalami itu.

Terlahir dengan membawa signum seperti hidup d dalam irisan antara dunia nyata dan dunia ghaib. Dimana besar godaan utk lebih cenderung utk masuk ke dunia ghaib. Padahal kita sebagai manusia harus hidup d alam nyata.

Tak sedikit temen2 kita yg mempunyai signum akhirnya tenggelam dalam dunia ghaib. Berusaha meningkatkan signumnya dengan berbagaimacam hal. Dan dia lupa, bahwa kita masih hidup di  dunia. Tak jarang yg akhirnya memperjual belikan signum yg dia miliki. Padahal itu pemberian dari Tuhan, yg mana kelak pasti harus kita pertanggungjawabkan.

Jadi, akan butuh efort yg sangat besar utk menyeimbangkan Diri kita hidup di dalam irisan kedua dunia ini. Tapi, disini kita bisa belajar bersama. Bagaimana kita harus saling mengisi, memanfaatkan skill dan signum agar
Kita bisa menjalani kehidupan dengan baik, dan dapat membantu sesama.

Sebaik baik manusia adalah manusia paling bermanfaat utk manusia lainnya.

Class of signum

Mengenali "signum" mu

Disini kita samakan persepsi dulu ya guys. Kita sebut saja "signum", utk kemampuan2 yg d berikan oleh Tuhan kepada kita. 

Ketika kita terlahir sebagai orang yg d berikan signum, itu adalah bagian dari takdir. Kita tdk bisa meminta ataupun menolak. Tuhan sudah mengatur sedemikian cantik apa yg diberikan kepada kita. Tapi, terkadang kita tidak mengenali, apa saja signum yg diberikan kepada kita. 

Pertama, karna memang tdk ada kelas atau sebuau ilmu yg menggali signum yg dimiliki seseorang. 
Kedua, membicarkan signum seperti hal tabu dalam budaya yg ada di indonesia.
Ketiga, kita kurang atau tidak pede dengan signum yg telah diberikan kepada kita.
Dan masih banyak faktor lain yg menyebabkan kita tdk mengenali signum kita sendiri. 

So, what you have to do? 
Joint our class.

Disini kita akan belajar bersama, dan saling share pengalaman masing2. Belajar mengenali apa saja signum yg telah diberikan kepada kita. Belajar mengontrol signum2 tsb. Belajar memanfaatkan signum tsb utk kebaikan diri kita sendiri, dan utk kebaikan orang lain. 

This class is free, tdk d pungut biaya sepeser pun. 

How to joint? 
Kirim data berikut ke email : sersana@icloud.com

Nama lengkap dan panggilan :
Tempat tanggal lahir : 
Domisili : 
No telp : 
No wa: 
Signum yg dimiliki : 
Alasan joint class: 
Bersediakah menggunakan signum mu utk membantu orang lain: 

Jika kesulitan mengenali signum yg dimiliki, atau pernah d alami, silahkan membaca link berikut terlebih dahulu.

http://www.wivrit.com/2013/01/7-kemampuan-manusia-yang-masih-misteri.html

Monday, December 12, 2016

The Signum


Berasal dari bahasa latin, yg artinya keajaiban. Dalam hidup kita, banyak sekali keajaiban yg terjadi. Saat belum "terbangun", kita mungkin berfikir apa yg d rasakan oleh orang lain sama dengan yg kita rasakan. Apa yg dialami orang lain pun juga sama dengan apa yg kita alami. Ketika kita bisa melihat seseorang jujur atau tidak, ketika kita bisa melihat sifat dan karakter seseorang hanya dengan melihatnya, atau mendengar ceritanya, ketika kita melihat masa depan, ketika kita melihat, mendengar atau merasakan hal hal ghaib, dan masih banyak lagi.

Tapi ketika kita "terbangun", kita sadar, bahwa hal2 itu tdk dialami oleh orang kebanyakan. Bahkan tdk sedikit yg tdk percaya dengan hal2 itu. Lantas kita mulai bertanya kesana kemari, sebenarnya apa yg terjadi dengan diri kita, atau tak jarang kita bertanya mengapa dan mengapa. Disini, the signum, akan menjadi tempat utk saling belajar. Bagaimana kita mengenali diri sendiri. Mengenali kemampuan yg telah diberikan oleh Tuhan. Saling belajar utk mengontrol potensi2 yang dimiliki, dan juga utk memanfaatkan demi kebaikan diri dan kebaikan orang lain.
Karna Tuhan menitipkan keajaiban dalam diri kita tdk lah cuma2, tapi agar kita bisa membantu diri kita sendiri, dan orang lain.
Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat utk manusia lainnya.